Benarkah Gel Nail Bisa Picu Reaksi Alergi Kulit? Bagaimana Cara Mengatasinya?

gejala

Reaksi alergi tidak hanya membuat kamu sedikit gatal—reaksi ini bisa sangat serius. Ketika kulit kamu bereaksi terhadap bahan kimia dalam kutek gel, kamu mungkin mengalami kemerahan, bengkak, dan gatal di sekitar kuku. Dalam kasus yang lebih parah, lepuh dan pengelupasan dapat terjadi, dan kuku kamu bahkan mungkin terangkat atau terpisah dari dasar kuku (ouch!).

Produk gel mengandung dua bahan reaktif yang disebut monomer dan fotoinisiator, yang termasuk dalam keluarga kimia yang disebut akrilat dan metakrilat. Bahan-bahan ini diketahui bersifat sensitizer kulit, yang berarti jika terserap secara tidak sengaja ke dalam kulit, dapat menyebabkan alergi. Apa sebenarnya kandungan dalam cat kuku gel yang menyebabkan semua masalah ini? Nah, bahan utama yang menjadi penyebabnya adalah metakrilat, zat kimia yang membantu cat kuku mengeras di bawah sinar UV. 

Metakrilat memang kuat, tetapi juga merupakan alergi yang ampuh. Ketika metakrilat yang belum diawetkan bersentuhan dengan kulit kamu, sistem kekebalan tubuh kamu mungkin bereaksi berlebihan, yang menyebabkan reaksi alergi. Metakrilat (bahan utama dalam implan gigi dan semen tulang yang digunakan pada implan pinggul dan lutut) yang dapat memicu reaksi alergi jika cat kuku tidak cukup ‘kering’ dan bersentuhan dengan bagian kulit mana pun.

Yang memperburuknya adalah begitu kamu mengalami alergi, biasanya ini akan menjadi masalah seumur hidup. Artinya, setiap kali kamu terpapar alergi, reaksinya bisa semakin parah. Dan mengingat metakrilat (penyebab utama alergi gel) juga ditemukan dalam bahan-bahan kedokteran gigi, beberapa perekat, dan bahkan pengganti sendi, hal ini dapat memperumit masalah di luar kuku kamu. Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology, alergi metakrilat dapat menyebabkan dermatitis kronis yang persisten, sehingga menjadi masalah serius.


Gejala Alergi Cat Kuku Gel bervariasi, tetapi yang paling umum meliputi:

  1. Kemerahan dan pembengkakan: Kulit di sekitar kuku mungkin menjadi merah dan bengkak.
  2. Gatal: Rasa gatal yang hebat dapat menyebabkan rasa tidak nyaman.
  3. Lepuh atau benjolan: Lepuh atau benjolan kecil dapat muncul.
  4. Kulit kering dan bersisik: Kulit dapat terasa kering dan pecah-pecah, seringkali disertai rasa sakit.
  5. Kuku terpisah: Pada kasus yang parah, kuku dapat terlepas dari dasar kuku.
  6. Eksim: Eksim juga dapat muncul di bagian tubuh lain, seperti tangan, lengan bawah, dan di sekitar mata. `
alergi
Person suffering from rush. Hives, fever, stress, chickenpox flat vector illustration. Illness, epidemics, virus concept for banner, website design or landing web page

Setelah reaksi ini terjadi, tubuh tidak akan lagi dapat menoleransi akrilat, yang berarti individu tersebut tidak dapat lagi menjalani prosedur medis apa pun yang menggunakan metakrilat. Oleh karena itu, sangat penting bagi kamu — dan teknisi kuku kamu — untuk menghindari cat kuku gel pada kulit kamu. Jika tidak, kamu berisiko mengalami reaksi alergi.

Metakrilat bukan satu-satunya masalah potensial; foto-inisiator, yang juga digunakan untuk membantu gel mengering di bawah sinar UV, bersama dengan zat aditif lain, seperti pewangi dan pengawet, juga dapat memicu reaksi alergi. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Contact Dermatitis Journal, paparan berulang terhadap alergen ini dapat menyebabkan sensitisasi, yang berarti kamu dapat mengalami alergi meskipun kamu telah menggunakan cat kuku gel selama bertahun-tahun tanpa masalah.

Reaksi ini kemungkinan besar terjadi oleh pengguna kit perawatan kuku rumahan atau teknisi kuku yang kurang terlatih. Dokter kulit menganjurkan agar perawatan kuku gel hanya dilakukan oleh profesional terlatih.

Simak enam tips berikut untuk menghindari alergi:

  1. Sangat penting untuk menghindari cat kuku terkena kulit. Jika kamu tidak dapat menghindarinya, pergilah ke profesional atau mintalah bantuan orang lain.
  2. Baca dan ikuti petunjuk dengan saksama. Ini berlaku untuk cat kuku gel dan lampu.
  3. Kamu dapat menghapus cat kuku gel dengan aseton. Namun, perlu diingat bahwa aseton dapat menghilangkan minyak pada kulit, dan jika kamu berulang kali menggunakan aseton, dapat menyebabkan kulit kering dan pecah-pecah.
  4. Hindari menghirup uap – beri ventilasi selama penggunaan.
  5. Jangan menghirup debu kuku. Alih-alih menghapus cat kuku gel dengan aseton, kamu dapat meminta teknisi kuku untuk mengikirnya atau menggunakan kikir kuku elektrik (nail drill). Di sini, kamu harus berhati-hati agar tidak menghirup partikel-partikel tersebut. Partikel-partikel tersebut tidak baik untuk paru-paru, dan ada beberapa contoh alergi dari debu kuku.
  6. Hentikan penggunaan produk jika kamu mengalami ruam atau rasa tidak nyaman pada kulit atau kuku.

Ada beberapa langkah-langkah untuk meminimalkan risiko; jika kamu tidak yakin apakah kamu akan mengalami reaksi terhadap cat kuku gel atau kamu menggunakan merek cat kuku gel baru, cara terbaik adalah dengan mengujinya terlebih dahulu pada kuku kamu. Selain itu, ikuti petunjuk pengeringan cat kuku gel dengan saksama untuk menghindari paparan berlebih terhadap produk yang belum kering.

Kamu juga bisa lebih aman dengan memilih merek terkemuka yang mengutamakan keamanan dan kualitas dalam formulanya.Selalu periksa daftar bahan untuk menghindari alergen yang mungkin membuat kamu sensitif. Jika kamu sangat khawatir, mintalah bantuan dari teknisi kuku profesional yang memahami praktik aplikasi yang aman dan dapat merekomendasikan produk yang sesuai.

Jika kamu ingin menggunakan nail art secara mandiri, kamu tetap harus mengikuti prosedur menggunakan teknik dan langkah-langkah yang benar. Kami menyarankan untuk mengikuti kelas nail art di JS Nail Academy dengan para educator kami yang profesional dan sudah memiliki jam terbang tinggi.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *